Uni Eropa Sepakat Jatuhkan Sanksi Ekonomi ke Rusia

Uni Eropa sepakat untuk menjatuhkan sejumlah sanksi ekonomi bagi Federasi Rusia. Hal ini dilakukan menyusul invasi militer besar-besaran yang dilakukan angkatan bersenjata Rusia terhadap Ukraina pada Kamis (24/2).

Chief European Commission Uni Eropa Ursula Von Der Leyen menegaskan sanksi yang dijatuhkan akan berkaitan erat dengan ekonomi, sistem keuangan, perbankan, hingga pangsa pasar Rusia yang berada di benua biru tersebut.

“Dengan paket sanksi ini, kami akan menargetkan sektor strategis yang dimiliki ekonomi Rusia dengan memblokir akses mereka terhadap teknologi dan pasar yang menjadi kunci ekonominya,” kata Ursula seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/2).

Tak hanya itu, Uni Eropa juga bakal membekukan aset dan memblokir akses perbankan Rusia yang berada di pasar keuangan Eropa. Ursula mengklaim sanksi tersebut merupakan yang terbesar yang pernah dijatuhkan organisasinya kepada sebuah negara.

“Paket sanksi ini termasuk sanksi keuangan, kami menargetkan 70 persen pasar perbankan Rusia dan perusahaan milik negaranya, termasuk bidang pertahanan,” jelasnya.

Dengan begitu, sanksi yang dijatuhkan akan membatasi akses pasar keuangan Rusia dan diperkirakan menaikkan inflasi negara terluas di dunia tersebut. Ia pun mengatakan sanksi termasuk penghentian akses material yang dibutuhkan sektor minyak bumi Rusia.

Akibat kejadian ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan kepada seluruh negara di Eropa untuk bersatu menjadi kekuatan besar dan mandiri dalam bidang energi.

Rusia dikabarkan telah melancarkan invasi militer melalui jalur darat, laut, hingga udara. Aksi militer tersebut dilakukan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan perang ke Ukraina.

Diperkirakan sebanyak 100 ribu orang kabur dari kota-kota besar di Ukraina akibat ledakan dan tembakan peluru yang terjadi saat invasi militer dimulai. Bahkan, beberapa warga sipil dikabarkan meninggal dunia akibat serangan ini.

Related posts